20
februari 2013
Aku baru saja pulang kuliah. tak
ingin pulang terlebih dahulu, aku berkunjung ke kos bulek. wajar saja, karna
motor yang tengah kujadikan media transportasi tadi adalah pinjaman dari mas
nop. karna itu, tak efisien rasanya jika aku berlama-lama mengeksploitasi
motornya untuk kubawa pulang. Sudah hampir satu hari sejak tadi malam motornya
kubawa. alasannya masih sama. Vario pinky ku belum juga dikembalikan ayah.
Hatiku sangat berbunga-bunga saat
sampai dikos ini. semua terasa berwarna. bagaimana mungkin hatiku
berdebar-debar tak tentu arah? ah, jatuh hati bukan asumsi yang tepat, tapi
pikirankulah yang justru telah tercuri. tadi waktu dikelas, seseorang gadis
berperawakan chuby tiba-tiba saja mengalihkan duniaku. setidaknya sampai detik
ini.
Sebenarnya ini sudah pertemuan kedua
kuliah. baru memang, tapi baru kali inilah kurasakan sesuatu yang beda tentang
gadis itu. waktu awal kuliah kompleksitas seminggu yang lalu, gadis itu sudah
ku amati. ketika ia kebetulan duduk dikursi depanku. rambut panjangnya tergerai
lurus dengan poni sebatas alis matanya. pipi gadis itu bulat, hingga ketika ia
bicara pipi itu akan menggembung seiring mata kecilnya yang berbinar. bibirnya
berwarna ungu, aku tak tahu apakah itu pengaruh lipgloss atau apa, dan secawat
behel berhias manik-manik terlihat memagari gigi putih bersihnya.
Hari itu biasa saja, tapi kini ada
yang membuat ku tertarik melihat paras wajah oriental lucu itu. saat
perkuliahan usai, aku tak sengaja menatap matanya saat melewatinya di sisi
pintu. pandangan kami seharusnya beradu, terlihat dari lirikannya yang
coba-coba ikut menatapku. tapi aku cepat-cepat mengalihkan wajah. pura-pura
menatapnya sekilas, lalu berlalu keluar kelas.
Ah ... harusnya tadi ku ikuti insting
naluriku untuk menatap bola mata bulat itu lama-lama. bisa saja pipinya yang
chuby itu menggelembung lagi saat kulemparkan senyum sapa. aku yakin, ia juga
akan membalas senyumku. setidaknya senyum perkenalan lewat tatapan mata.
Aku merutuk sendiri ketika kejadian
itu berlalu begitu saja, tanpa ada gereget yang harusnya tejadi dengan indah.
seperti gelagat salah tingkah ketika beradu pandang, seperti pipinya yang
merona malu, gugup, dan berjuta kemungkinan lain yang bisa saja terjadi. ah,,
kelemahanku masih saja terletak pada sifat malu yang kronis. seperti yang
sudah-sudah, salah satu faktor utama yang hingga kini terus membuatku terjebak
dalam status jomblo permanent. menyedihkan, tapi justru dari sifat inilah yang
membuat aku berbeda dari anak-anak muda kebanyakan. jika benar kata mereka
bahwa pacaran itu tidak akan asik tanpa hubungan fisik, yang merupakan bumbu
dari suatu hubungan, maka aku sangat beruntung sekali karna hingga kini aku
belum sedikitpun menyentuh hal-hal tidak senonoh seperti demikian. jangankan
hubungan fisik, bicara pada wanita pun jujur sudah membuatku gugup, grogi, dan
salah tingkah.
Hmm .. dua sisi yang saling bertolak
belakang. disatu sisi aku bisa dibilang cement karna hingga usia 22 tahun aku
belum menghadirkan beberapa mantan yang pernah singgah dihatiku. pernah sih,
tapi itu cuma satu kali seumur hidup waktu kelas satu SMA dulu. dan sejak itu
aku tak lagi membuka diri. di satu sisi lainnya, meskipun orang-orang bilang
aku payah, aku sudah cukup bersyukur telah diberikan suatu keadaan yang
menjauhkan aku dari dunia menjemukan yang harus menuntutku ini-itu. dan
demikian, barangkali aku juga bisa terlepas dari pengaturan waktu yang meski
kubagi di masing-masing hari dalam satu minggu. seperti kapan waktu apel,
jalan, nonton, nemenin doi shoping, nelfon hingga larut malam, dan beberapa
aktifitas lain yang kadang tak masuk akal. sisi ini lebih membuatku kuat
mendengar ocehan-ocehan mengiriskan yang sampai ditelingaku.
Tapi tak tertutup kemungkinan masa
sendiri ini ku akhiri ketika suatu saat akan ada seorang wanita yang
terang-terangan telah membuat aku lupa pada segalanya. seorang gadis yang tak
perlu punya spesifikasi kusus. cukup membuat hatiku tergetar saat ia tersenyum,
berbicara dan menatapku lewat sepasang bola mata indahnya. maka bila itu sudah
terjadi, dan sudah kurasakan pergolakan batin itu dihati ini, maka aku tak akan
ragu lagi membuka diri. Dan untuk wanita spesial seperti itu, aku akan
melakukan apa saja untuk merebut hatinya, meski melakukan hal-hal tak masuk
akal sekalipun, termasuk mengenyahkan jauh-jauh sifat maluku yang selalu
menjadi perisai akan datangnya rasa suka yang kemudian bermetamorfosis menjadi
cinta. klise memang, tapi jika kesempatan itu datang, aku tak akan menunggu
lama karna, saat itu jugalah perasaan ini akan ku ucapkan mesra dihadapannya.
dan aku tak akan mau peduli dunia mau berkata apa.
Seperti kesanku tentang gadis mungil
di masa lalu ... gadis kecil dengan senyum ginsul yang ia punya, yang entah
kenapa selalu membuat aku terpesona dalam cara apapun. apa lagi ketika ia
tertawa dengan manis. Dan rasa rindu yang hadir telah menusukku dari dalam. tentang segala hal,
tentang tutur sapanya, alunan jemari mungilnya saat memainkan nada, senyumnya
yang meluluhkan jiwa, dan suara indahnya yang terngiang selalu ditelinga. maka
jika segala hal tentang gadis seperti dia termanifestasi melalui sosok lain
diduniaku, meski defenisi pesonanya tak terlalu rinci seperti pesona yang ia
punya, maka getaran yang ia sentuhkan pada hatiku sudah cukup. dan senyum yang
ia punya itu bisa mengingatkan aku sewaktu-waktu pada sebuah ulasan senyum yang pernah membuat
aku terpesona .. tentang dia, tentang satu wajah yang hingga kini masih menjadi
kekuatan kenapa hati ini tertutup lama dari perasaan yang terangkai menjadi
kata cinta. setidaknya biarlah begitu hingga nanti aku benar-benar sampai pada
masa dimana tulang rusukku nanti akan memperlihatkan diri dengan sendirinya.
tak mengapalah jika dia bukanlah gadis itu.
Tak terasa, anton dan bulek yang
sedari tadi tertidur saat aku sampai kini telah terbangun. kehebohan suasana
yang mereka munculkan cukup membuat rasa yang tadi mendera-dera dihatiku
sedikit pudar. gadis dikelas tadi memang telah mempesonaku. tapi seperti biasa,
rasa itu tak akan lama. mungkin hanya sebatas rasa kagum sementara. tadi bisa
saja kubilang aku suka, tapi sekarang aku malah merasakan sosok itu biasa-biasa
saja. tadi sempat terbesit dipikiranku untuk membuat rasa ini berujung pada
satu akhir yang menyatukan kami dalam sebuah hubungan yang terimajinasi di
kepala. Pacaran !!
Ught .. lagi-lagi khayalan ini
mengambil alih. seperti biasa selalu, bila ada wanita yang ku suka, imajinasi
ku akan menari-nari dengan sendirinya. menyajikan momen-momen indah yang belum
sempat terjadi. aku saja jadi geli saat imajinasi di pikiranku terangkai menuju
suasana saat seusai kuliah, dimana aku dengan motor baruku vixion nanti
membonceng dia dan punggung jenjangku menjadi sandaran kepalanya. berlanjut saat kami suap-suapan di sebuah
pantai, makan malam di cafe restro, hingga mengantarnya lagi pulang ke rumah.
adegan luar biasa justru terjadi di depan pagar rumah gadis itu ... kami saling bertatap muka terlarut dalam
suasana aneh dimana mata kami menjanjikan harapan lebih tentang masa depan.
dimata itu kami sama-sama melihat cinta ini begitu suci, seakan-akan pertemuan
ini adalah awal dan akhir hingga masa tua kami menjelang. Angin malampun
mendesis. Hening .. sejurus kemudian, tanpa terduga sama sekali, kontan saja
bibir kami bersentuhan. Begitu saja .. seolah tak ada beban. lalu berpelukan
lama sekali. Sepertinya tak ada keraguan untuk melakukan hal yang lebih jauh
dari sekedar kissing. Apapun bisa terjadi, karna keyakinan semu barangkali
terlalu kuat hingga nilai-nilai moral yang ada menjadi terkalahkan bahwa apa
yang terlakukan adalah manifestasi dari sebuah rasa cinta yang utuh. Wajar saja
rasanya. Karna begitu jugalah dulu iblis mengukir sejarah saat menyesatkan adam
dan hawa. Ketika iblis membutakan hati, meragukan nurani antara benar dan salah
dalam rayuan sesat di telinga. Menggoda perisai keimanan manusia seperti aku
yang telah melangkah jauh di alam imajiner sana.
Ah ,, itu keterlaluan sekali. aku jadi
bernafas lega karna itu hanya sebatas imajinasi. Untung saja tatapan mata kami
dikelas tadi tidak bermakna lebih. dan kemauanku untuk berharap kesan pertama
itu akan membuat hati kami bersemi lalu berujung menjadi sebuah jalinan hati
juga belum sempat terjadi. Besar kemungkinan itu adalah awal dari gejala
lahirnya sebuah hubungan baru. Dan bila nanti aku benar-benar pacaran, jujur
godaan seperti itu tak akan dapat kukendalikan. Karna mau bagaimanapun, tetap
saja dunia pacaran tak jauh-jauh dari yang namanya hubungan fisik. Ada sih
sebagian yang dapat mengendalikan hubungannya harus seperti apa, tapi melihat
fenomena seputar dunia remaja saat ini, rasanya terlalu riskan bahwa pacaran
itu bersih dari hal-hal demikian. Kalaupun tidak sampai sejauh itu, minimal
pegangan, pelukan, dan belaian itu pastilah ada.
Sekali lagi .. biarlah semua perasaan
ini bersemi di suatu hari nanti, dalam sebuah pertemuan tak terduga, di dalam
alur cerita yang tak pernah kureka-reka. biarlah semua ini akan indah pada
waktunya.
0 komentar:
Posting Komentar